Tradisi Ketupat Saat Lebaran Seperti juga tradisi mudik (pulang kampung) bagi para warga yang berdomisili di luar kota kela...
Tradisi Ketupat Saat Lebaran
Seperti juga tradisi mudik (pulang kampung) bagi para warga yang berdomisili di luar kota kelahiran, lebaran Idul Fitri juga identik dengan ketupat sayur. Begitu juga lebaran Idul Fitri 1931 H ini. Para pedagang selongsong ketupat nampak ikut meramaikan suasana pasar, hanya di saat lebaran Idul Fitri saja.
Karsini, salah seorang pedagang selongsong ketupat yang mangkal di pasar Templek Kota Blitar mengaku, ia selalu berjualan selongsong ketupat hanya di saat musim lebaran Idul Fitri saja. Kegitan yang sudah digelutinya sejak 10 tahun lalu ini, biasanya dimulai sejak lebaran hari ke-5, dengan menggelar dagangan mulai pukul 03.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Perempuan paruh baya asal Ds. Sumberjo, Kec. Sanankulon, Kab. Blitar ini bahkan mengajak serta suami, anak, dan cucunya untuk membantunya jualan ketupat di pasar.
Karsini menjual selongsong ketupat buatannya dengan harga Rp. 2.500/10 selongsong ketupat sebelum pukul 08.00 WIB. Namun setelah pukul 08.00 WIB, harganya pun naik menjadi Rp. 3000/10 selongsong ketupat. Dalam sehari, pihaknya bisa menjual 700 hingga 1000 selongsong ketupat. Dengan begitu, ia bisa mengantongi laba hingga Rp. 200 ribu, dari modal Rp. 20 ribu untuk membeli janur (daun kelapa muda).
Sangat jarangnya warga yang bisa menganyam selongsong ketupat, menjadi salah satu alasan mengapa para warga yang lebih memilih membeli daripada membuatnya sendiri di rumah.
Seperti yang dituturan oleh Titik, salah seorang pembeli yang bertempat tinggal di Jl. Tidar Kota Blitar, saat ditemui di pasar Templek ketika hendak membeli selongsong ketupat. Ia mengaku, tradisi masak ketupat sayur merupakan warisan turun temurun keluarganya. ”Sejak orang tua saya meninggal, saya pun (meneruskan tradisi) masak ketupat sayur,” katanya. Titik juga menjelaskan, ia memasak ketupat tidak hanya untuk dikonsumsi keluarga, melainkan juga dibagikan kepada para tetangga.(fa)

COMMENTS